https://aboutmusicschools.com https://slotmgc.com https://300thcombatengineersinwwii.com https://mobilephonesource.co.uk https://discord-servers.io https://esmark.net https://slotmgc.com https://nikeshoesinc.us https://ellisislandimmigrants.org https://holidaysanthology.com https://southaventownecenter.net https://jimgodfreydesign.com https://mckinneypaintingpros.com https://enchantedmansion.org https://mckinneypaintingpros.com https://laurabrodieauthor.com https://holidaysanthology.com https://ardictionary.com https://113.30.151.116 https://103.252.118.20 https://206.189.83.174 https://157.230.39.109 https://128.199.85.208 https://172.104.51.149 https://174.138.21.250 https://157.245.50.183 https://152.42.239.189 https://188.166.210.125 https://152.42.178.155 https://192.53.172.202 https://172.104.188.91 https://103.252.118.157 https://63.250.61.107 https://165.22.104.74

Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Konsep Khauf dan Raja’ Menurut Imam Al-Ghazali

Authors

  • Syintia Nisa Utami Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Bandung
  • Sobar Al Ghazal Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung
  • A. Mujahid Rasyid Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/jrpai.v3i1.1946

Keywords:

Imam al-Ghazali, Khauf, Raja, Pendidikan Akhlak

Abstract

Abstract. Khauf and raja’ is the path taken to draw closer to Allah. Khauf or fear is present in a person because he commits sinful and evil deeds or is forbidden by Allah. The more people know about Allah, the more those fears can influence a person to restrain lust and avoid forbidden deeds. So, raja’ or hope is very necessary because it is to encourage the heart to obey and worship God and it is easier to endure in the face of hardships and difficulties.This research uses a qualitative approach with a descriptive method and uses library research techniques by studying in depth various books and articles or sources related to the subject matter of the research. From this research, it was concluded that Imam al-Ghazali’s persfective about khauf and raja’ in their practice can cultivate commendable morals, keep away from all things forbidden by Allah and can increase obedience so as to make a person become taqwa and earnest in carrying out good deeds. As the values of moral education derived from the concept of khauf and raja’ Imam al-Ghazali, namely: (1) Educate everyone to always stay away from Allah's prohibitions for fear of His wrath; (2) Cultivate the politeness and always joyful person when doing good; (3) Educate everyone to be earnest and not easily discouraged; (4) To bear a person who is always tawakkal to Allah after making serious efforts.

Abstrak. Khauf dan raja’ adalah jalan yang ditempuh untuk mendekatkan diri kepada Allah. Khauf atau rasa takut hadir pada diri seseorang dikarenakan melakukan perbuatan dosa dan maksiat atau yang dilarang oleh Allah. Semakin orang mengetahui ilmu tentang Allah, maka ketakutan-ketakutan itu dapat mempengaruhi seseorang untuk menahan hawa nafsu dan menghindari perbuatan yang dilarang. Maka raja’ atau harapan sangat diperlukan karena untuk mendorong hati agar taat dan beribadah kepada Allah serta lebih mudah untuk bertahan dalam menghadapi kesusahan dan kesulitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan menggunakan teknik penelitian library research (kajian kepustakaan) dengan mengkaji secara mendalam berbagai buku dan artikel atau sumber yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Dari penelitian ini, diperoleh simpulan bahwa khauf dan raja’ Imam al-Ghazali dalam pengamalannya dapat menumbuhkan akhlak yang terpuji, menjauhkan dari segala hal yang dilarang oleh Allah dan dapat meningkatkan ketaatan sehingga menjadikan seseorang menjadi taqwa dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan amal kebaikan. Sebagaimana nilai-nilai pendidikan akhlak yang diperoleh dari konsep khauf dan raja’ Imam al-Ghazali, yaitu: (1) Mendidik setiap insan agar senantiasa menjauhi larangan Allah karena takut akan kemurkaan-Nya; (2) Menumbuhkan pribadi yang santun dan senantiasa bergembira ketika melakukan kebaikan; (3) Mendidik setiap insan untuk bersungguh-sungguh dan tidak mudah berputus asa; (4) Melahirkan insan yang senantiasa bertawakkal kepada Allah setelah berusaha secara bersungguh-sungguh.

References

Ahmad, A. F. (2005). Tasawuf antara Al-Ghazali dan Ibnu Taimiyah. Khalifa.
[2]. Casmini, Nurfadhi, T., & Kusumaningrum, P. (2021). Penanaman Khauf dan Raja’ Dalam Pendidikan Karakter Remaja. Syifa al-Qulub Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik, 123-131.
[3]. Dacholfany, M. I. (2014). Al-Khauf Dan Al-Raja' Menurut Al-Ghazali. As-Salam.
[4]. Ghazali, I. (1998). Ihya Ulumiddin 4. Pustaka Nasional Pte Ltd.
[5]. Ghazali, I. (2013). Minhajul 'Abidin. In A. H. as-Sasaky, Minhajul Abidin, Jalan Para Ahli Ibadah. Jakarta Selatan: Khatulistiwa Press.
[6]. Ghazali, I. (2020). Ihya Ulumuddin 10. Penerbit Marja.
[7]. Halimi, A., & Saepudin, A. (2015). Akhlak Buku Panduan Pendidikan Agama Islam (PAI) IV. Bandung: LSIPK Unisba.
[8]. Hasneli. (2016). Konsep Manusia Dan Manusia Beragama Dalam Islam. Tajdid, 19.
[9]. Pratikno, H. (2020). BUILDING AWARENESS OF RELIGIOUS EDUCATION IN FAMILIES IN THE DIGITAL AGE. Jurnal Pendidikan Islam Ta’dib Unisba, 9(2), 59–68. https://doi.org/https://doi.org/10.29313/tjpi.v9i2.6287
[10]. Ilham, M. A. (2018, November 25). Khauf dan Raja'. Retrieved January 25, 2022, from https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/piqio0313
[11]. Japri, M. A. (2017). Konsep Khauf Dan Raja' Imam Al-Ghazali Dalam Terapi Gangguan Kecemasan. Medan: Fakultas Ushuluddin Dan Studi Islam Jurusan Aqidah Filsafat Islam Universitas Islam Neger Sumatera Utara.
[12]. Martins. (2022, February 11). Apa itu “anxiety”, apa saja gejalanya, dan apa bedanya dengan depresi? Retrieved from BBC News.
[13]. Nasihuddin. (2018). Mengenal Pendidikan Akhlak Menurut Ibn Miskawaih. Jurnal AL-Lubab, 33.

Downloads

Published

2023-07-25