https://aboutmusicschools.com https://slotmgc.com https://300thcombatengineersinwwii.com https://mobilephonesource.co.uk https://discord-servers.io https://esmark.net https://slotmgc.com https://nikeshoesinc.us https://ellisislandimmigrants.org https://holidaysanthology.com https://southaventownecenter.net https://jimgodfreydesign.com https://mckinneypaintingpros.com https://enchantedmansion.org https://mckinneypaintingpros.com https://laurabrodieauthor.com https://holidaysanthology.com https://ardictionary.com https://113.30.151.116 https://103.252.118.20 https://206.189.83.174 https://157.230.39.109 https://128.199.85.208 https://172.104.51.149 https://174.138.21.250 https://157.245.50.183 https://152.42.239.189 https://188.166.210.125 https://152.42.178.155 https://192.53.172.202 https://172.104.188.91 https://103.252.118.157 https://63.250.61.107 https://165.22.104.74

ANALISIS KOMUNIKASI SIMBOLIK DALAM TRADISI REBO WEKASAN

Authors

  • Muhammad Saepul Ulum STAI YAPATA Al-Jawami' Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/hikmah.v5i1.6284

Keywords:

Komunikasi Simbolik, tradisi Rebo Wekasan, Semiotik Roland Barthes

Abstract

The purpose of this study is to explore and further elaborate the meaning of denotation, connotation, and myth related to Rebo Wekasan symbols in Samarang District, Garut used semiotic analysis method proposed by Roland Barthes. The data collection techniques used include observation, interview, and literature study. The subject of this research is the feast that is served during the traditional celebration and the selection of informants using intentional sampling technique. The symbol of the tradition on the one hand is water, and on the other hand there is “Uyah” or Salt, “dupy”, “leupeut”, and “bugis” which are typical foods of the area. The essence of the Rebo Wekasan tradition is sharing or giving to ward off danger by providing food with certain symbolic meanings such as water symbolizing purity, “Uyah” or salt as a symbol to protect sick people, dupy as a symbol of rejection, leupeut as a symbol of unity, and bugis symbolizing faith.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali dan menguraikan lebih jauh makna denotasi, konotasi, dan mitos terkait simbol Rebo Wekasan di Kecamatan Samarang, Garut dengan menggunakan metode analisis semiotika yang dikemukakan oleh Roland Barthes. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka. Subyek penelitian ini adalah hari raya yang dihidangkan pada saat perayaan adat dan pemilihan informannya menggunakan teknik sampling intensional. Simbol dari tradisi tersebut di satu sisi adalah air putih, dan di sisi lain ada “Uyah”atau Garam, “dupy”, “leupeut”, dan “bugis” yang merupakan makanan khas daerah tersebut. Inti dari tradisi Rebo Wekasan adalah berbagi atau memberi untuk menangkal mara bahaya dengan cara menyediakan santapan dengan makna simbolik tertentu seperti air melambangkan kesucian, “Uyah” atau garam sebagai sombol untuk melindungi orang yang sakit, dupy sebagai simbol penolakan, leupeut sebagai simbol persatuan, dan bugis melambangkan keimanan.

References

Birowo, M.A. (2004) Metode Penelitian Komunikasi, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta, Gitanyali.

Budiman, E. (2008) Upacara Adat Nusantara.Bandung, CV. Gaza Publishing.

Dzofir. (2017). Agama Dan Tradisi Lokal(Studi Atas Pemaknaan Tradisi Rebo Wekasan di Desa Jepang, Mejobo, Kudus). Jurnal Ijtimaiya, 1(1), 124.

Farida, Umma. (2019). Rebo Wekasan Menurut Perspektif Kh. Abdul Hamid Dalam Kanz Al-Najāḥ Wa Al-Surūr. Jurnal Theologia,30(2), 268.

Hoed, B.H. (2011) Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Jakarta, Beji Timur.

John Fiske (2010) Cultural and Communication Studies: Sebuah Pengantar Paling Komprehensif. Yogyakarta, Jalasutra.

Kriyantono, R. (2006) Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta, Kencana Prenada Media Group.

Kriyantono, R. (2009) Teknik Praktis Riset Komunikasi. Cetakan ke-4, September. Jakarta, Kencana Prenada Media Group. Kurniawan (2001) Semiologi Roland Barthes. [Online]. Magelang, Indonesia Tera.

Moon, W.J. (2012) Rituals and Symbols in Community Development. [Online]. London, sage Publications. Available from: doi:10.1177/009182961204000203.

Mulyana, D. (2002) Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung, Remaja Rosdakarya.

Nurozi.(2016). Rebo Wekasan Dalam Ranah Sosial Keagamaan Di Kabupaten Tegal Jawa Tengah (Analisis Terhadap Ritual Rebo Wekasan Di Desa SitanjungLebaksiu). Jurnal An Nuha, 3(1), 131.

Rosidi, Ajip dan Chaedar, A. (2006) Konferensi Internasional Budaya Sunda. Jilid 2. Bandung, Yayasan Kebudayaan Rancage. PT. Kiblat Buku Utama.

Saripudin, A. (2010) Makna Kearipan Lokal Dalam Mempertahankan Jati Diri Bangsa (Dilihat dari sudut pandang Budaya Sunda). Ciamis, PT. Galuh Pratama.

Sobur, A. (2013) Semiotika Komunikasi. Cetakan kelima. Bandung, PT. Remaja Rosdakarya.

Sumardjo, Jakob & Saini, K.M. (1994) Apresiasi Kesusasteraan. Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.

Vera, N. (2014) Semiotika Dalam Riset Komunikasi. Bogor, PT. Ghalia Indonesia.

Downloads

Published

2025-03-31

How to Cite

Ulum, M. S. (2025). ANALISIS KOMUNIKASI SIMBOLIK DALAM TRADISI REBO WEKASAN. HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial, 5(1), 9–23. https://doi.org/10.29313/hikmah.v5i1.6284

Issue

Section

Articles