Analisis Kestabilan Terowongan Akibat Getaran Peledakan pada Konstruksi Development Terowongan #4 Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di Desa Sukajaya dan Desa Malangnengah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat

  • Muhammad Izzat Ibrahim Prodi Teknik Pertambangan, Universitas Islam Bandung
  • Yuliadi Universitas Islam Bandung
  • Indra Karna Wijaksana Universitas Islam Bandung
Keywords: Getaran Tanah, Pemodelan Numeric, Terowongan #4 KCIC, Faktor Keamanan, Regangan Geser dan Perpindahan Vertikal

Abstract

Abstract. The activities of the tunnel excavation conducted by PT. Fast train Indonesia China to meet the target length of the tunnel  is by the method of blasting. The energy generated from the activities of blasting at the time of development will affect the stability of the tunnel. The purpose of this study is to determine the stability of the tunnel in conditions without support, with support, and the presence of blasting vibration factors. The method used in this research is by using the numerical methods by using the data the results of the investigation in the field, which is then carried out numerical modeling in two dimensions with the software Phase 2 using the finite element method (Finite Element Method). so that it will produce the value of the Major Stress (σ1), Minor Stress (σ3), Shear Strain, and the Total Displacement. The results of numerical modeling with the conditions prior to buffering at the tunnel Inlet was included into the category of stable, while at the tunnel Outlet, there are still the value of the safety factor low on the wall so it is still included into the category of unstable. When done buffering an increase in the value of the Safety Factor so that the tunnel in stable conditions.

Abstrak. Kegiatan penggalian terowongan yang dilakukan oleh PT. Kereta Cepat Indonesia China untuk memenuhi target panjang terowongan (Tunnel) yaitu dengan metode peledakan. Energi yang dihasilkan dari kegiatan peledakan pada saat development akan mempengaruhi kestabilan terowongan. Sehingga penting dalam menjaga kestabilan terowongan. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui kestabilan terowongan pada kondisi tanpa penyanggaan, dengan penyanggaan, dan adanya faktor getaran peledakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode numerik dengan menggunakan data hasil penyelidikan di lapangan, yang kemudian dilakukan pemodelan secara numerik dalam dua dimensi dengan perangkat lunak Phase 2 menggunakan metode elemen hingga (Finite Element Method). Sehingga akan menghasilkan nilai Tegangan Mayor (σ1), Tegangan Minor (σ3) dan Shear Strain dan Total Displacement. Hasil pemodelan numerik dengan kondisi sebelum dilakukannya penyanggaan pada terowongan Inlet masih termasuk ke dalam kategori stabil, sedangkan pada terowongan Outlet masih terdapat nilai faktor keamanan yang rendah pada bagian dinding sehingga masi termasuk ke dalam kategori tidak stabil. Ketika dilakukan penyanggaan adanya peningkatan nilai Faktor Keamanan sehingga terowongan dalam kondisi yang stabil.

Published
2021-10-26