Peremajaan Kawasan Pasar Kiaracondong Berkonsep Pasar Sehat

Authors

  • Fahri Nazarudin Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Bandung
  • Sri Hidayati Djoeffan Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/jrpwk.v1i1.73

Keywords:

Pasar Sehat, Peremajaan

Abstract

Abstract. The market is an economic sector that can improve people's welfare and be used by Governments as a wheel of economy. Traditional market nowadays existence aside from the existence of modern market, Kiaracondong Market has a pontesi as a first class market, trader as much as 1058 and has easy access. However, there are problems in terms of visual, environmental and functional. To fix the problem there is a rejuvenation need to be done. The purpose of this research is to rejuvenate the traditional market area of Kiaracondong to be comfortable, safe, clean healthy and sustainable. The method used is a theoretical, normative, comparative, participatory, and description-statistical approach. By using site analysis, population, land support, space needs, building typology, building period, City rejuvenation strategy and the determination of functional elements. Thus obtained the direction of design concept based on the results of analysis that has been done in the form of land use plan, period building, circulation and parking, green open space, pedestrian path, support activities, utility networks and Recommendations.

Abstrak. Pasar merupakan sektor perekonomian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan digunakan oleh pemerintah sebagai roda perekonomian. Pasar tradisional saat ini keberadaannya tersisihkan adanya pasar modern, pasar kiaracondong memiliki pontesi sebagai pasar kelas satu, pedagang sebanyak 1058 dan memiliki akses yang mudah. Namun, terdapat permasalahan dari segi visual, lingkungan dan fungsional. Untuk memperbaiki permasalahan yang ada maka perlu dilakukan peremajaan. Tujuan dari penelitian ini ialah meremajakan kawasan pasar tradisional kiaracondong agar nyaman, aman, bersih sehat dan berkelanjutan. Metode yang digunakan berupa pendekatan teoritis, normatif, komparatif, partisipatif dan statistik deskripsi. Dengan menggunakan analisis tapak, kependudukan, daya dukung lahan, kebutuhan ruang, tipologi bangunan, tata masa bangunan, stategi peremajaan kota dan penentuan elemen fungsional. Sehingga diperoleh arahan konsep perancangan berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan berupa rencana tata guna lahan, tata masa bangunan, sirkulasi dan parkir, ruang terbuka hijau, jalur pejalan kaki, aktivitas pendukung, jaringan utilitas dan rekomendasi.

Downloads

Published

2021-07-06