Proses Menumbuhkan Self Control dalam Mengerjakan Shalat Wajib

Authors

  • Annisa Amalia Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/jrpai.v3i2.2956

Keywords:

Remaja, Self-Control, Shalat

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi faktor yang mempengparuhi tingkat self control remaja dalam melaksanman shalat serta proses self-control di bentuk dalam mengerjakan shalat wajib pada remaja A, remaja B dan remaja C. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Dalam mengumpulkan data, penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menerapkan model Miles and Huberman, yang terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat self control pada remaja yaitu motivasi internal, lingkungan keluarga dan teman sebaya. Proses menumbuhkan self control dalam melaksanakan shalat dapat dilakukan dengan membangun motivasi internal dalam melaksanakan shalat. Dengan melaksanakan shalat secara teratur dapat dapat melatih seseorang untung meningkatkan kontrol diri, karena akan timbul perasaan selalu di awasi oleh allah.

References

Abdullah, F. (2014). Virtues and character development in Islamic ethics and positive psychology.

Cholik, & Ahmad Arisatul. (2015). Relasi Akal dan Hati menurut al-Ghazali. KALIMAH, 13(2), 287. https://doi.org/10.21111/klm.v13i2.290

Dwi Marsela, R., & Supriatna, M. (2019). Kontrol Diri: Definisi dan Faktor. Journal of Innovative Counseling : Theory, Practice & Research, 3(2), 65–69. http://journal.umtas.ac.id/index.php/innovative_counseling

Erhamwilda. (2015). Konseling sebaya alternatif kreatif layanan bimbingan konseling di sekolah. Media Akademi.

Erhamwilda. (2018). Psikologi Belajar Islami; Dilengkapi Dengan Pendidikan Seks Bagi Anak Anak Usia Dini (1st ed.). psikosain.

Hiru Muhammad. (2021). Pentingnya Peran Orang Tua Bagi Kesehatan Mental Anak.

Ibnul Qayyim al-Jauziyah. (2006). TOBAT : Kembali kepada Allah. Gema Insani Press.

Iga, K. :, Aroma, S., Pendidikan, D. P., Perkembangan, D., Psikologi, F., Airlangga, U., Dalam, J. D., & Surabaya, S. (2012). Hubungan Antara Tingkat Kontrol Diri Dengan Kecenderungan Perilaku Kenakalan Remaja Iga Serpianing Aroma Dewi Retno Suminar Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya. In Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan (Vol. 01, Issue 02).

Jalaluddin. (2003). Teologi pendidikan. Rajagrafindo persada.

Makmun, & Abin Syamsuddin. (2005). Psikologi kependidikan. Remaja Rosdakarya.

Muhammad Riyas. (2021). Viral Kelompok Remaja Berkelahi di Tana Toraja, Dipicu Saling Ejek di Medsos.

Ola Nisa Iqtisodiyah Sa’adah, & M. Imam Pamungkas. (2022). Analisis Kegiatan Mentoring dalam Pembinaan Karakter Religius. Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam, 127–132. https://doi.org/10.29313/jrpai.v2i2.1515

Saiful Hadi El-Sutha. (2016). Shalat Samudra Hikmah. WahyuQolbu.

Tangney, J. P., Baumeister, R. F., & Boone, A. L. (2004). High Self‐Control Predicts Good Adjustment, Less Pathology, Better Grades, and Interpersonal Success. Journal of Personality, 72(2), 271–324. https://doi.org/10.1111/j.0022-3506.2004.00263.x

Downloads

Published

2023-12-25