Gaya Penulisan Media Ormas Islam

Authors

  • Alif Gibran Jurnalistik, Universitas Islam Bandung
  • Askurifai Baksin Jurnalistik, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/jrjmd.v3i1.1758

Keywords:

Media, Ormas, Tulisanm Gaya Penulisan

Abstract

Abstract. The media of Islamic organizations in Indonesia can now be said to be an online media that is needed by the community, especially those who are involved in these Islamic organizations. The presence of information that feels closer personally and geographically makes Islamic mass media media the community's choice of media when the need for valid information is difficult to find. Of the various types of Islamic media organizations in Indonesia, each has its own characteristics, ranging from the variety of websites they manage to different writing styles, one of which is the style of the environment. This research focuses on how the diversity of writing between NU Jabar and Persis media can be written so as to produce the finding that how a media can determine the language style / style of its environment which is so diverse, even though it is still in the same source or rule, namely Islam. The method used in this research is qualitative with a case study approach, and uses data collection techniques in the form of observations, interviews, and literature studies. The results of the research are 1) The writing format on the West Java and Persis NU media there are some basic differences, such as the difference in the font used where NU uses the Metropolis Semibold Family font, while Persis.or.id uses the Trebuchet MS font. In the West Java NU media, they set a standard number of words for each article, which is 300 words, while in Persis they are more flexible by not specifying a minimum number of words. 2) There are differences in the mention of religious figures in the NU Jabar and Persis media, NU Jabar uses the words H. (Haji) and KH. (Kyai Haji) for the designation of religious figures, while Persis mentions Ustad or Al-Ustad. There are also many differences regarding the mention of events, for example, the mention of the word Ramadan, Prayer, Pupils and so on. 3) Basically, the West Java and Persis NU media still refer to the KBBI in determining each word choice they use. However, both of them agreed that some differences in words or what is commonly called the selingkung style is a natural thing considering this is the hallmark of an organization which eventually becomes the hallmark of the media.

Abstrak. Media ormas Islam di Indonesia saat ini bisa dibilang menjadi media online yang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama mereka yang berkecimpung di organisasi Islam tersebut. Hadirnya informasi yang terasa lebih dekat secara personal maupun geografis  menjadikan media ormas Islam menjadi media pilihan masyarakat ketika kebutuhan akan informasi yang valid sulit ditemukan. Dari berbagai jenis organisasi media Islam di Indonesia, masing-masing memiliki ciri khasnya tersendiri, mulai dari keberagaman website yang mereka kelola hingga gaya penulisan yang berbeda-beda, salah satunya adalah gaya selingkungnya. Penelitian ini berfokus kepada bagaimana keberagaman penulisan antara media NU Jabar dan Persis dapat ditulis sehingga menghasilkan temuan bahwa bagaimana sebuah media bisa menentukan gaya bahasa/gaya selingkungnya yang begitu beragam, walaupun masih dalam sumber atau kaidah yang sama yaitu agama Islam. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka. Adapun hasil penelitiannya yaitu 1) Format penulisan pada media NU Jabar dan Persis terdapat beberapa perbedaan yang mendasar, seperti perbedaan font yang digunakan dimana NU menggunakan font MetropolisSemibold Family, sedangkan Persis.or.id menggunakan font Trebuchet MS. Pada media NU Jabar, mereka menetapkan standar jumlah kata tiap tulisan yaitu 300 kata, sedangkan pada media Persis mereka lebih fleksibel dengan tidak menentukan minimal jumlah kata. 2) Terdapat perbedaan penyebutan tokoh keagamaan pada media NU Jabar dan Persis, NU Jabar menggunakan kata H. (Haji) dan KH. (Kyai Haji) untuk sebutan tokoh keagamaan, sedangkan Persis menyebutkan Ustad atau Al-Ustad. Terdapat pula banyak perbedaan terkait penyebutan peristiwa contohnya seperti penyebutan kata Ramadhan, Sholat, Murid dan sebagainya. 3) Pada dasarnya, media NU Jabar dan Persis masih merujuk kepada KBBI dalam menentukan setiap pemilihan kata yang mereka gunakan. Namun keduanya bersepakat bahwa beberapa perbedaan kata atau yang biasa disebut gaya selingkung merupakan hal yang wajar mengingat hal ini merupakan ciri khas suatu organisasi yang akhirnya menjadi ciri khas pada media tersebut.

References

A.M., Dewabrata. 2004. Kalimat Jurnalistik Panduan Mencermati Penelitian Berita. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Akbar, Mohammad Rezandy, and Yadi Supriadi. 2021. “Hubungan Media Massa Online Dengan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Mahasiswa.” Jurnal Riset Jurnalistik Dan Media Digital 1(1):35–44. doi: 10.29313/jrjmd.v1i1.171.

Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Bayu Anggara, and Yadi Supriadi. 2021. “Konstruksi Makna Jurnalis Foto Kebencanaan Dalam Karya Foto Jurnalistik.” Jurnal Riset Jurnalistik Dan Media Digital 1(1):18–23. doi: 10.29313/jrjmd.v1i1.49.

Craig, R. 2005. Online Journalism: Reporting, Writing, and Editing for New Media. Wadsworth Publishing Company.

Dalman, H. 2014. Keterampilan Menulis. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Denzin, N. K., and Lincoln Y. S. 2009. Handbook of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Kurniawati, Juliana, and Siti Baroroh. 2016. “Literasi Media Digital Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bengkulu.” Jurnal Komunikator 8(2):51–66.

Moleong, J. Lexy. 2004. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Neuman, W. L. 2015. Metodologi Penelitian: Pendekatan Kualitatif Dan Kuantitatif. Jakarta: PT. Indeks.

Nurudin. 2015. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Rajawali Pers.

Rita Gani, and Citra Rosalyn Anwar. 2022. “Nyaman Dan Aman Ketika Bermain Di Ruang Digital.” Jurnal Riset Jurnalistik Dan Media Digital 115–20. doi: 10.29313/jrjmd.v2i2.1365.

Romli, A. S. M. 2005. Jurnalistik Praktis Untuk Pemula Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Santi Indra Astuti, and Juli R. Binu. 2022. “Memberdayakan Komunitas Lokal Dalam Gerakan Literasi Digital.” Jurnal Riset Jurnalistik Dan Media Digital 77–90. doi: 10.29313/jrjmd.v2i2.1350.

Sugiyono, P. D. 2017. Metode Penelitian Bisnis: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suhandang, K. 2004. Pengantar Jurnalistik: Seputar Organisasi. Produk Dan Kode Etik. Bandung: Penerbit Nuansa.

Tesa Gita Rinanda, and Fatmawati Moekahar. 2022. “Remaja Dan Literasi Media Sosial.” Jurnal Riset Jurnalistik Dan Media Digital 71–76. doi: 10.29313/jrjmd.v2i2.1076.

Vania Diah Cahyarani, and Doddy Iskandar. 2021. “Penerapan Citizen Journalism Dalam Pemberitaan Lingkungan Hidup Di Media Online.” Jurnal Riset Jurnalistik Dan Media Digital 1(2):71–78. doi: 10.29313/jrjmd.v1i2.424.

Winarni, Nfn, and Rani Dwi Lestari. 2019. “Netizen News Sources in the Journalistic Ethics Perspective (Case Study in Online Media Jogja.Tribunnews.Com).” Journal Pekommas 4(1). doi: 10.30818/jpkm.2019.2040109.

Yin, Robert K. 2015. Studi Kasus: Desain & Metode. Penerjemah: M. Duazi Mudzakir. Depok: PT Rajagrafindo Persada.

Downloads

Published

2023-07-15