Persepsi Mahasiswa Bandung pada Konten Podcast Deddy Corbuzier

Authors

  • Muhamad Rifqi Slamet Jurnalistik, Universitas Islam Bandung
  • Tia Muthiah Umar Jurnalistik, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/jrjmd.v3i1.1756

Keywords:

Podcast, Radio Online, Audio Portable

Abstract

Abstract. The development of internet technology plays an important role in modern communication. The number of internet users is increasing rapidly every year. Human life is greatly helped by the internet, such as in business, shopping to education. Then everyone can position themselves as communicators through their own media such as blogs, youtube or internet radio. This study aims to find out how Bandung students perceive the content of Deddy Corbuzier's podcast through their respective perceptions. This research is a qualitative descriptive research, namely research that reveals certain social situations by correctly describing the reality formed by words based on relevant data collection and data analysis techniques, while in this study using the number of sources 5 [five] people. Data collection techniques used are in-depth interviews (online) and observation. This research on the perceptions of Bandung students will also look at the effects of mass communication directly or indirectly, see and analyze the psychological, socio-cultural and language barriers to communication, especially for students who have very diverse cultural backgrounds as part of the program. Indonesian society. Students as part of those who are educated in an academic environment, of course have the intellectual power to analyze a mass media in the form of podcasts; in addition to the figure and communication style of Deddy Corbuzier as a public figure and host who has a strong influence and allure for students and the user community as well as podcast connoisseurs. Students can also see and analyze Deddy Corbuzier's behavior in the podcast as a good, polite, and friendly personal figure even though under certain conditions he looks like an athlete in tight clothes but of course it is adjusted to the speakers and the content he is facing. This can have a positive effect on the development and creativity of students in general.

Abstrak. Perkembangan teknologi internet memegang peranan penting dalam komunikasi jaman modern ini. Jumlah pengguna internet semakin bertambah dengan cepat tiap tahunnya.  Kehidupan manusia banyak terbantu dengan adanya internet seperti dalam berbisnis, berbelanja hingga pendidikan. Kemudian semua orang dapat berposisi sebagai komunikator melalui medianya sendiri seperti blog, youtube atau radio internet. Penelitian ini telah menemukan bagaimana persepsi Mahasiwa Bandung tentang konten podcast Deddy Corbuzier melalui persepsinya masing-masing. Penelitian ini merupakan deskripstif kualitatif yakni Penelitian yang mengungkapkan situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan data dan analisis data yang relevan, Adapun dalam Penelitian ini menggunakan jumlah narasumber 5 [lima] orang.  Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam (secara online) dan observasi. Penelitian atas persepsi Mahasiswa Bandung ini pun akan melihat efek-efek komunikasi massa secara langsung maupun tidak langsung, melihat dan menganalisa hambatan-hambatan berkomunikasi secara psikologis, sosio kultural dan hambatan berbahasa terutama bagi Mahasiswa yang memiliki latar belakang budaya yang sangat beragam sebagai bagian dari bagian masyarakat Indonesia. Mahasiswa sebagai bagian dari kalangan yang di didik dalam lingkungan akademis, tentu memiliki daya intelektual untuk menganalisa sebuah media massa berupa podcast; selain terhadap sosok dan gaya berkomunikasi Deddy Corbuzier sebagai “public figure” dan “host” yang memiliki daya kuat pengaruh dan daya pikat bagi Mahasiswa dan masyarakat pengguna maupun penikmat “podcast”. Mahasiswa pun dapat melihat dan menganalisa sikap Deddy Corbuzier dalam “podcast” tersebut sebagai sosok pribadi yang baik, sopan, dan ramah meskipun dalam kondisi tertentu terlihat berpakaian layaknya seorang atlet dengan baju ketat namun tentu disesuaikan dengan narasumber dan konten yang berada dihadapannya. Hal ini dapat memberikan efek secara positif bagi pengembangan dan kreatifitas atas diri Mahasiswa pada umumnya.

References

Amelia Rahmi, and Qorby Haqqul Adam. 2022. “Peran Aktivis Pers Mahasiswa Jawa Tengah Dalam Meluaskan Internet Damai.” Jurnal Riset Jurnalistik Dan Media Digital 91–98. doi: 10.29313/jrjmd.v2i2.1357.

Fadilah, Efi, Pandan Yudhapramesti, and Nindi Aristi. 2017. “Podcast Sebagai Alternatif Distribusi Konten Audio.” Jurnal Kajian Jurnalisme 1(1):94.

Febriana, Ajeng Iva Dwi. 2018. “Determinasi Teknologi Komunikasi Dan Tutupnya Media Sosial Path.” Jurnal Ilmu Komunikasi 6(2):10.

Hutabarat, Peny Meliaty. 2020. “Pengembangan Podcast Sebagai Media Suplemen Pembelajaran Berbasis Digital Pada Perguruan Tinggi.” Jurnal Sosial Humaniora Terapan 2(2):109.

Jalaluddin, Rakhmat. 2007. Psikologi Komunikasi, Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Jilan Dwina Suryaputri, and Ratri Rizki. 2022. “Fenomena Junalisme TikTok Di Media Baru.” Jurnal Riset Jurnalistik Dan Media Digital 1(2):115–26. doi: 10.29313/jrjmd.v1i2.492.

Moleong, J. Lexy. 2004. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurudin. 2015. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Rajawali Pers.

Radika, Mochamad Irfan, and Sri Dewi Setiawati. 2020. “Strategi Komunikasi Podcast Dalam Mempertahankan Pendengar.” Jurnal Ilmu Komunikasi 3(2):97.

Tosepu, Yusrin Ahmad. 2018. Media Baru Dalam Komunikasi Politik. Jakad Media Publishing.

Downloads

Published

2023-07-14