Analisis Framing Pan dan Kosicki mengenai Pro Kontra Deforestasi Hutan di Indonesia dalam Bingkai Media Daring Tempo.co dan Detik.com

Authors

  • M. Abdi Octavianus Jurnalistik, Universitas Islam Bandung
  • Doddy Iskandar Jurnalistik, Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.29313/jrjmd.v3i1.1754

Keywords:

Siti Nurbaya, Deforestasi, Analisis Framing

Abstract

Abstract. At the end of 2021, the audience in Indonesia was enlivened by a “tweet” from the Minister of Environment and Forestry Siti Nurbaya posted on her Twitter account. "The massive development of President Jokowi's era must not stop in the name of a "carbon mission or in the name of deforestation," reads a tweet posted by Siti Nurbaya on Wednesday, November 3, 2021—the post was deleted when the author visited her account on Monday, January 17. 2022. His position as Minister of the Environment and Maritime Affairs has made his tweets widely discussed by netizens. Reporting from Suara.com, the newly uploaded tweet in approximately 21 hours has received 988 replies, 6100 retweets, and 681 likes. This study aims to determine the construction of media coverage of Tempo.co and Detik.com in reporting the tweets of the Minister of Environment and Forestry Siti Nurbaya. The method used is qualitative with a framing analysis approach using the Pan and Kosicki model and data collection techniques by observation, literature study, and interviews. As for the results of the research are, 1) Syntactical Structure, the two media frame the news that invites the reader to evaluate each of the information. 2) In Script Structure, Tempo.co failed to include the where element. So that makes the 5W + 1H elements incomplete. 3) In Thematic Structure, both Detik.com and Tempo.co media mostly use “yang” and “and” which refers to important things being discussed. 4) In terms of rhetorical structure, the use of photos, both of which use photos of Siti Nurbaya, although Tempo.co's second story only contains a quote from the Democrat Party politician, Irwan Fecho.

Abstrak. Pada akhir tahun 2021, khalayak di Indonesia diramaikan oleh “cuitan” dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya yang diposting di akun Twitter miliknya. “Pembangunan besar-besaran era Presiden Jokowi tidak boleh berhenti atas nama ëmisi karbon atau atas nama deforestasi.”, begitu bunyi twit yang diposting oleh Siti Nurbaya pada Rabu, 3 November 2021—postingan tersebut telah dihapus saat penulis mengunjungi akunnya pada Senin, 17 Januari 2022. Jabatan sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kelautan menjadikan cuitannya ramai diperbincangkan warganet. Dilansir dari Suara.com, twit yang baru diunggah kurang lebih 21 jam sudah mendapat 988 balasan, 6100 retweet, dan 681 like. Penelitian ini bertujuan mengetahui kontruksi pemberitaan media Tempo.co dan Detik.com dalam memberitakan cuitan Menteri LHK Siti Nurbaya. Metode yang dipakai adalah kualitatif dengan pendekatan analisis framing menggunakan model Pan dan Kosicki serta teknik pengumpulan data secara observasi, studi kepustakaan, dan wawancara. Adapun untuk hasil penelitiannya adalah, 1) Secara Struktur Sintaksis, kedua media tersebut membingkai berita yang mengajak pembaca untuk menilai masing-masing dari informasi tersebut. 2) Secara Struktur Skrip, Tempo.co luput mencantumkan unsur where. Sehingga membuat tidak kelengkapan unsur 5W+1H. 3) Secara Struktur Tematik, Kedua media Detik.com dan Tempo.co lebih banyak menggunakan “yang” serta “dan” yang merujuk pada hal penting yang dibahas. 4) Secara Struktur Retoris, penggunaan foto, kedua berita tersebut sama-sama menggunakan foto Siti Nurbaya, meskipun pada berita kedua Tempo.co yang hanya berisi kutipan politikus Partai Demokrat, Irwan Fecho.

References

A.M., Dewabrata. 2004. Kalimat Jurnalistik Panduan Mencermati Penelitian Berita. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Bungin, Burhan. 2006. Konstruksi Sosial Media Massa. Jakarta: Prenadamedia Group.

Cangara, Hafied. 2010. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Cifor. 2015. Moving Consensus and Managing Expectations.

Dayrell, Carmen, and John Urry. 2015. Mediating Climate Politics. Lancaster University, UK: The suprising case of Brazil.

Eriyanto. 2002. Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, Dan Politik Media. Yogyakarta: PT. LKis.

Moleong, J. Lexy. 2004. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Romli, Khomsahrial. 2016. Komunikasi Massa. Jakarta: PT. Grasindo.

Sobur, Alex. 2004. Analisis Teks Media – Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, Dan Analisis Framing. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung: Afabeta.

Suprapto, Tommy. 2009. Pengantar Teori Dan Manajemen Komunikasi. Yogyakarta: Medpress.

Tesa Gita Rinanda, and Fatmawati Moekahar. 2022. “Remaja Dan Literasi Media Sosial.” Jurnal Riset Jurnalistik Dan Media Digital 71–76. doi: 10.29313/jrjmd.v2i2.1076.

Downloads

Published

2023-07-14